Dan kemudian malam datang lagi
Di malam yang berbeda
Waktu, menit, detik yang
berbeda
Dan masa yang berbeda
Tapi, masih dengan kesunyian yang sama
Di temani
dengan secercah harapan Secercah harapan dikala sunyi
Yang menerangi di gelapnya
malam
Bagai rembulan tanpa bintang
Aku dan cita-cita
Bagai dua orang yang sedang
berlari
Aku sibuk mengejar cita-cita
Dan cita-cita sibuk menghindar dariku
Oh....tenang!!!
Aku tidak lelah
Justru aku menikmati prosesnya
Walau langkah
sudah mulai melemah
Bangkit!!!
Mau tak mau kupakai topeng bahagiaku Tuk menutupi
luka setelah kian kali jatuh Menebas lelah yang kerap kali datang
kususuri jalan
yang penuh duri
Melewati gunung menjulang tinggi
Walau hutan belantara kususuri
Agar sampai dimana cita-cita berdiri
Aahh...sudahlah
Kita lihat saja esok
Apakah
cita-cita menaklukanku??
Ataukah aku yang menaklukannya??
Komentar
Posting Komentar